FPS Game Online: Pengertian, Cara Kerja, dan Pengaruhnya pada Permainan

Kelancaran permainan tidak hanya ditentukan oleh koneksi internet. Perangkat juga harus menghasilkan gambar secara terus-menerus agar gerakan, animasi, dan perubahan lingkungan dapat terlihat pada layar. Salah satu ukuran yang sering digunakan untuk menggambarkan proses tersebut adalah FPS atau frames per second.

Dalam pembahasan FPS game online, istilah FPS mengacu pada jumlah frame yang dihasilkan permainan setiap detik. Semakin stabil proses rendering, semakin konsisten pula gambar yang dapat ditampilkan kepada pemain.

Namun, FPS sering disamakan dengan ping, latency, atau refresh rate. Padahal, semuanya mengukur bagian yang berbeda dari pengalaman bermain.

Memahami perbedaannya membantu pemain mengetahui apakah gangguan yang dirasakan berasal dari performa perangkat, layar, atau koneksi jaringan.

Apa Itu FPS dalam Game Online?

FPS merupakan singkatan dari frames per second. Angka tersebut menunjukkan berapa banyak frame atau gambar individual yang dihasilkan oleh sistem dalam satu detik.

Video dan permainan terlihat bergerak karena serangkaian gambar ditampilkan secara cepat dan berurutan.

Jika game berjalan pada 60 FPS, secara sederhana sistem menghasilkan sekitar 60 frame setiap detik. Namun, angka FPS tidak selalu tetap. Beban grafis dan kondisi perangkat dapat membuat jumlah frame berubah selama permainan berlangsung.

Karena itu, ketika membahas FPS game online, nilai rata-rata bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Stabilitas frame juga memiliki peran penting.

Permainan yang terus berubah antara frame rate tinggi dan rendah dapat terasa kurang konsisten dibanding permainan yang mempertahankan frame rate lebih stabil.

Bagaimana Sebuah Frame Dihasilkan?

Sebelum sebuah gambar muncul di layar, perangkat perlu memproses berbagai informasi.

CPU dapat menangani logika permainan, simulasi, input, dan berbagai tugas lainnya. GPU kemudian memiliki peran besar dalam proses rendering grafis seperti objek, tekstur, pencahayaan, bayangan, dan efek visual.

Setelah frame selesai dirender, gambar dapat dikirim menuju layar untuk ditampilkan.

Proses tersebut berlangsung berulang kali selama permainan berjalan.

Semakin kompleks adegan yang harus diproses, semakin besar pula pekerjaan yang perlu dilakukan perangkat. Area dengan banyak objek, efek, karakter, atau detail visual dapat membutuhkan waktu rendering lebih panjang.

Inilah salah satu alasan FPS dapat berubah antara satu bagian permainan dengan bagian lainnya.

Perbedaan perangkat menjadi semakin relevan ketika sebuah permainan tersedia pada beberapa platform. Pembahasan cross-platform game online menjelaskan bagaimana komputer, konsol, dan perangkat lain dapat terhubung dalam ekosistem permainan yang sama.

Apa Perbedaan FPS dan Refresh Rate?

FPS dan refresh rate saling berhubungan tetapi tidak sama.

FPS menggambarkan jumlah frame yang dihasilkan oleh game atau perangkat. Sementara itu, refresh rate menunjukkan seberapa sering layar dapat memperbarui tampilannya dalam satu detik dan biasanya dinyatakan dalam Hertz atau Hz.

Sebagai contoh, monitor 60 Hz dapat melakukan penyegaran hingga sekitar 60 kali per detik.

Jika game menghasilkan frame lebih banyak daripada kemampuan refresh layar, tidak berarti seluruh frame tersebut selalu dapat terlihat sebagai pembaruan penuh pada layar.

Sebaliknya, monitor dengan refresh rate tinggi tidak otomatis membuat game berjalan pada FPS tinggi. Perangkat tetap harus mampu menghasilkan frame dengan kecepatan yang sesuai.

Karena itu, pengalaman FPS game online dipengaruhi oleh hubungan antara kemampuan rendering perangkat dan kemampuan layar menampilkan hasilnya.

FPS dan Ping Mengukur Hal yang Berbeda

Kesalahpahaman lain yang cukup umum adalah menganggap FPS rendah sebagai masalah internet.

Padahal, FPS terutama berkaitan dengan proses rendering pada perangkat.

Ping atau latency berkaitan dengan waktu yang dibutuhkan data untuk bergerak melalui jaringan. Jika latency tinggi, tindakan yang melibatkan server dapat terasa terlambat meskipun gambar pada perangkat tetap berjalan lancar.

Sebaliknya, perangkat dapat mengalami FPS rendah walaupun koneksi ke server sangat baik.

Dalam kondisi tersebut, tampilan dapat terlihat patah-patah karena perangkat kesulitan menghasilkan frame, bukan karena data jaringan terlambat.

Memisahkan kedua masalah tersebut penting sebelum mencoba melakukan perbaikan.

Apa Itu Frame Time?

Selain FPS, terdapat ukuran lain yang berguna untuk memahami kelancaran permainan, yaitu frame time.

Frame time menunjukkan waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu frame dan biasanya diukur dalam milidetik.

Pada 60 FPS yang benar-benar stabil, satu frame memiliki waktu sekitar 16,7 milidetik. Pada 120 FPS, waktunya sekitar 8,3 milidetik.

Namun, rata-rata FPS dapat menyembunyikan perubahan yang terjadi pada setiap frame.

Sebuah game mungkin menunjukkan rata-rata 60 FPS, tetapi sesekali satu frame membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk selesai. Kondisi tersebut dapat terasa sebagai stutter atau jeda singkat.

Karena itu, FPS game online sebaiknya tidak dinilai hanya berdasarkan angka rata-rata. Konsistensi frame time juga menentukan seberapa halus permainan terasa.

Mengapa FPS Bisa Turun?

Penurunan FPS dapat terjadi ketika perangkat menghadapi beban yang lebih berat daripada kondisi sebelumnya.

Pengaturan grafis tinggi, resolusi besar, banyaknya efek visual, temperatur perangkat, aplikasi lain yang berjalan, atau keterbatasan CPU dan GPU dapat memberikan pengaruh.

Beberapa area permainan juga memang lebih berat untuk dirender.

Misalnya, lokasi dengan banyak karakter dan efek dapat menghasilkan FPS lebih rendah dibanding area sederhana meskipun menggunakan pengaturan yang sama.

Pembaruan game atau driver juga dapat mengubah performa dalam kondisi tertentu.

Perubahan performa setelah versi baru juga dapat berkaitan dengan proses update game online, yang dapat membawa patch, perubahan file, perbaikan bug, serta penyesuaian pada sistem permainan.

Karena banyak faktor dapat terlibat, penurunan FPS sebaiknya diperiksa secara bertahap daripada langsung menganggap satu komponen sebagai penyebabnya.

CPU dan GPU Memiliki Peran Berbeda terhadap FPS

Performa permainan merupakan hasil kerja beberapa komponen. Dua yang paling sering dibahas adalah CPU dan GPU.

CPU menangani berbagai proses seperti logika permainan, simulasi, sebagian perhitungan fisika, serta komunikasi dengan sistem lainnya. Sementara itu, GPU berfokus pada pekerjaan grafis yang diperlukan untuk menghasilkan frame.

Beban keduanya berbeda pada setiap permainan.

Game dengan banyak karakter, simulasi kompleks, atau perhitungan yang harus dilakukan secara bersamaan dapat memberikan beban besar kepada CPU. Sebaliknya, resolusi tinggi, tekstur, bayangan, pencahayaan, dan efek visual biasanya meningkatkan pekerjaan GPU.

Dalam konteks FPS game online, memahami perbedaan tersebut penting karena menurunkan pengaturan grafis belum tentu selalu memberikan peningkatan FPS yang besar apabila hambatan utamanya justru berada pada CPU.

Apa Itu Bottleneck?

Istilah bottleneck digunakan ketika salah satu bagian sistem menjadi faktor yang membatasi performa keseluruhan.

Sebagai contoh, GPU mungkin mampu menghasilkan lebih banyak frame tetapi harus menunggu CPU menyelesaikan pekerjaan tertentu. Dalam kondisi tersebut, kemampuan GPU tidak dapat digunakan sepenuhnya.

Hal sebaliknya juga dapat terjadi.

Jika GPU membutuhkan waktu lama untuk merender setiap frame, CPU dapat menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat tetapi frame rate tetap dibatasi kemampuan GPU.

Bottleneck bukan berarti sebuah komponen selalu bermasalah. Hampir setiap sistem memiliki bagian yang menjadi batas performa dalam kondisi tertentu.

Komponen pembatas juga dapat berubah ketika resolusi, pengaturan grafis, lokasi permainan, atau jumlah objek pada layar berubah.

Frame Drop dan FPS Rendah Tidak Selalu Sama

FPS rendah berarti perangkat secara konsisten menghasilkan jumlah frame yang relatif sedikit. Sementara frame drop menggambarkan kondisi ketika frame rate tiba-tiba turun dari tingkat yang sebelumnya lebih tinggi.

Misalnya, permainan berjalan relatif stabil kemudian mengalami penurunan ketika memasuki area yang lebih kompleks.

Perubahan tersebut dapat terjadi karena beban rendering meningkat, CPU menerima lebih banyak pekerjaan, atau sistem menjalankan proses tambahan.

Dalam FPS game online, penurunan singkat dapat terasa lebih mengganggu daripada angka FPS yang sedikit lebih rendah tetapi stabil.

Hal ini terjadi karena perubahan waktu antarframe membuat gerakan terlihat tidak konsisten.

Apa Itu Stuttering?

Stuttering adalah kondisi ketika permainan terasa tersendat dalam interval tertentu meskipun angka rata-rata FPS terlihat cukup tinggi.

Salah satu penyebabnya adalah lonjakan frame time.

Bayangkan sebagian besar frame selesai dalam waktu sekitar 10 milidetik, tetapi sesekali terdapat frame yang membutuhkan 40 atau 50 milidetik. Rata-rata FPS masih dapat terlihat tinggi, tetapi jeda tersebut dapat dirasakan pemain.

Penyebab stuttering beragam.

Pemuatan aset, proses kompilasi shader, aktivitas penyimpanan, penggunaan memori, aplikasi latar belakang, atau masalah optimasi dapat ikut berpengaruh.

Karena itu, melihat grafik frame time sering memberikan informasi tambahan dibanding hanya melihat angka FPS rata-rata.

Screen Tearing Terjadi Ketika Frame Tidak Sinkron dengan Layar

GPU dan monitor tidak selalu bekerja pada waktu yang sama.

GPU dapat menghasilkan frame baru ketika layar sedang berada di tengah proses menampilkan frame sebelumnya. Akibatnya, bagian layar dapat menampilkan informasi dari dua frame berbeda.

Fenomena tersebut dikenal sebagai screen tearing.

Secara visual, gambar terlihat seperti terpotong secara horizontal ketika kamera atau objek bergerak cepat.

Masalah ini berbeda dengan FPS rendah. Perangkat bahkan dapat menghasilkan frame rate tinggi tetapi tearing masih terjadi apabila waktu pengiriman frame dan refresh layar tidak tersinkronisasi.

Bagaimana V-Sync Bekerja?

V-Sync atau Vertical Synchronization merupakan salah satu teknologi yang digunakan untuk membantu mengurangi screen tearing.

Secara umum, sistem mencoba menyesuaikan penyajian frame dengan siklus refresh layar.

Keuntungannya adalah gambar dapat terlihat lebih konsisten tanpa garis tearing yang mengganggu.

Namun, V-Sync tradisional juga dapat memiliki konsekuensi. Menunggu siklus layar dapat menambah waktu sebelum frame ditampilkan dan pada kondisi tertentu dapat membuat respons kontrol terasa sedikit berbeda.

Karena itu, pilihan menggunakan V-Sync bergantung pada kebutuhan pemain, performa perangkat, dan teknologi layar yang tersedia.

Variable Refresh Rate Memberikan Pendekatan Berbeda

Monitor modern dapat mendukung teknologi Variable Refresh Rate atau VRR.

Alih-alih memaksa GPU selalu mengikuti refresh rate tetap, layar dapat menyesuaikan waktu refresh dalam rentang tertentu berdasarkan frame yang dihasilkan perangkat.

Pendekatan ini dapat membantu mengurangi tearing sekaligus menjaga tampilan lebih halus ketika FPS berubah.

Implementasinya dapat hadir melalui teknologi dan standar yang berbeda tergantung perangkat.

Dalam pengalaman FPS game online, VRR dapat membantu ketika frame rate tidak selalu berada tepat pada satu angka tetapi masih berada dalam rentang yang didukung monitor.

Namun, fitur tersebut tidak meningkatkan kemampuan GPU secara langsung. Jika perangkat hanya mampu menghasilkan frame dalam jumlah rendah, VRR tidak menciptakan frame tambahan.

Refresh Rate Tinggi Membutuhkan FPS yang Memadai

Monitor dengan refresh rate 120 Hz, 144 Hz, atau lebih tinggi dapat memperbarui tampilan lebih sering dibanding layar 60 Hz.

Hal tersebut berpotensi membuat gerakan terlihat lebih halus ketika perangkat mampu menghasilkan frame dengan kecepatan yang sesuai.

Namun, membeli monitor dengan refresh rate tinggi tidak otomatis membuat permainan menghasilkan FPS tinggi.

CPU dan GPU tetap harus mampu memproses game pada frame rate yang memadai.

Sebaliknya, menghasilkan FPS tinggi pada layar dengan refresh rate lebih rendah juga tidak berarti seluruh frame dapat ditampilkan sebagai refresh lengkap yang berbeda.

Karena itu, keseimbangan antara performa perangkat dan kemampuan monitor lebih penting daripada hanya mengejar satu angka.

Hubungan FPS dengan Input Latency

Input latency menggambarkan waktu antara tindakan pemain dan hasilnya terlihat atau diproses dalam sistem.

FPS dapat menjadi salah satu bagian dari rantai tersebut.

Ketika frame dihasilkan lebih sering, sistem memiliki lebih banyak kesempatan untuk menampilkan perubahan visual dari input pemain. Frame time yang lebih rendah dapat membantu respons pada layar terasa lebih cepat.

Namun, input latency tidak hanya ditentukan oleh FPS.

Perangkat input, engine permainan, CPU, sistem rendering, monitor, serta pengaturan sinkronisasi tampilan juga dapat memberikan pengaruh.

Untuk game online, latency jaringan menjadi faktor tambahan ketika tindakan membutuhkan konfirmasi dari server.

Itulah sebabnya FPS game online dan ping perlu dipahami sebagai dua bagian berbeda. FPS berkaitan erat dengan proses pada perangkat dan tampilan, sedangkan ping berkaitan dengan komunikasi melalui jaringan.

FPS Tinggi Tidak Dapat Memperbaiki Koneksi Buruk

Sebuah komputer dapat menjalankan permainan pada frame rate sangat tinggi tetapi tetap mengalami masalah jaringan.

Jika latency ke server tinggi, data tetap membutuhkan waktu lebih lama untuk bergerak. Jika terjadi packet loss, sebagian informasi jaringan juga dapat terganggu.

Sebaliknya, koneksi yang sangat stabil tidak dapat memperbaiki stuttering yang berasal dari proses rendering perangkat.

Memahami perbedaan ini membantu pemain melakukan pemeriksaan dengan lebih tepat.

Jika tampilan keseluruhan patah-patah, FPS dan frame time dapat diperiksa. Jika permainan terlihat lancar tetapi tindakan online terasa terlambat atau pemain lain bergerak tidak konsisten, kondisi jaringan menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan.

Cara Mendapatkan FPS yang Lebih Stabil

FPS tinggi memang dapat membuat permainan terasa lebih halus, tetapi stabilitas frame sering kali lebih penting daripada sekadar mengejar angka tertinggi.

Sebagai contoh, permainan yang berjalan stabil pada 90 FPS dapat terasa lebih konsisten dibanding game yang terus berubah antara 70 hingga 140 FPS. Perubahan besar tersebut dapat menghasilkan frame time yang tidak merata sehingga gerakan terasa kurang halus.

Untuk meningkatkan kestabilan FPS game online, pemain dapat memulai dengan menyesuaikan pengaturan grafis berdasarkan kemampuan perangkat.

Tidak semua opsi harus diturunkan sekaligus. Mengubah beberapa pengaturan yang paling membebani perangkat biasanya merupakan pendekatan yang lebih terarah.

Pengaturan Grafis yang Memengaruhi Performa

Setiap game memiliki sistem rendering berbeda, sehingga dampak sebuah pengaturan tidak selalu identik.

Namun, beberapa opsi umumnya membutuhkan sumber daya cukup besar.

Bayangan atau shadow quality, efek pencahayaan, refleksi, volumetric effects, ambient occlusion, jarak pandang, serta kualitas efek dapat meningkatkan pekerjaan GPU maupun CPU tergantung implementasinya.

Jika GPU menjadi faktor pembatas, menurunkan beberapa pengaturan tersebut dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan setiap frame.

Sebaliknya, jika game dibatasi CPU, menurunkan kualitas tekstur saja mungkin tidak memberikan perubahan FPS yang berarti.

Karena itu, lakukan perubahan secara bertahap lalu periksa hasilnya.

Resolusi Memiliki Pengaruh Besar terhadap GPU

Resolusi menentukan jumlah piksel yang perlu dirender.

Semakin tinggi resolusi, semakin banyak pekerjaan yang biasanya harus dilakukan GPU untuk menghasilkan setiap frame. Perbedaan beban antara 1080p dan 4K, misalnya, dapat cukup besar karena jumlah piksel yang diproses meningkat secara signifikan.

Jika GPU terus berada pada beban sangat tinggi dan FPS tidak mencapai target, menurunkan resolusi atau menggunakan teknologi upscaling yang tersedia dapat membantu dalam game yang mendukungnya.

Namun, penurunan resolusi juga memengaruhi ketajaman gambar.

Tujuannya bukan selalu menggunakan pengaturan paling rendah, melainkan mencari keseimbangan antara kualitas visual dan performa FPS game online yang sesuai dengan perangkat.

Frame Rate Limiter Dapat Membantu Konsistensi

Membiarkan perangkat menghasilkan FPS setinggi mungkin bukan satu-satunya pilihan.

Sebagian game menyediakan frame rate limiter yang memungkinkan pemain menetapkan batas FPS tertentu.

Jika perangkat menghasilkan frame rate yang sangat berfluktuasi, menetapkan batas pada angka yang dapat dipertahankan secara konsisten terkadang menghasilkan pengalaman yang lebih stabil.

Sebagai contoh, perangkat mungkin mampu mencapai 120 FPS pada area ringan tetapi sering turun jauh di bawah angka tersebut ketika adegan menjadi kompleks. Membatasi frame rate pada tingkat yang lebih realistis dapat membantu menghasilkan beban yang lebih konsisten.

Pemilihan batas tetap perlu mempertimbangkan kemampuan monitor dan kebutuhan permainan.

Temperatur Perangkat Dapat Memengaruhi Performa

CPU dan GPU menghasilkan panas ketika bekerja.

Sistem pendinginan dirancang untuk mempertahankan komponen dalam rentang operasi yang sesuai. Jika temperatur mencapai batas tertentu, perangkat dapat mengurangi kecepatan kerja untuk mengendalikan panas.

Proses ini secara umum dikenal sebagai thermal throttling.

Jika performa permainan baik ketika perangkat baru digunakan tetapi menurun setelah bermain cukup lama, temperatur merupakan salah satu faktor yang dapat diperiksa.

Pastikan ventilasi perangkat tidak terhalang dan sistem pendinginan bekerja sebagaimana mestinya.

Namun, temperatur bukan satu-satunya penyebab penurunan FPS setelah bermain lama. Penggunaan memori atau masalah pada aplikasi juga dapat memberikan gejala serupa.

Aplikasi Latar Belakang Menggunakan Sumber Daya

Permainan tidak selalu menjadi satu-satunya program yang berjalan.

Browser dengan banyak tab, aplikasi komunikasi, proses download, perekaman layar, dan berbagai program lainnya dapat menggunakan CPU, GPU, memori, penyimpanan, atau jaringan.

Sebagian aplikasi tidak memberikan dampak berarti, tetapi penggunaan sumber daya yang besar dapat memengaruhi permainan pada perangkat dengan kapasitas terbatas.

Jika FPS game online tiba-tiba lebih rendah dari biasanya, memeriksa aplikasi yang sedang berjalan dapat menjadi salah satu langkah sederhana.

Tidak perlu menutup setiap proses sistem secara sembarangan. Fokus pada aplikasi pengguna yang memang tidak diperlukan selama bermain.

Bedakan Masalah FPS dan Jaringan

Menentukan jenis masalah merupakan langkah penting sebelum mencoba memperbaikinya.

Jika FPS rendah, keseluruhan tampilan biasanya terasa tidak lancar. Kamera, menu tertentu, animasi, dan gerakan dapat terlihat patah-patah karena perangkat tidak menghasilkan frame secara konsisten.

Masalah jaringan memiliki karakter berbeda.

Permainan dapat tetap terlihat halus tetapi pemain lain tampak bergerak tidak konsisten, tindakan yang membutuhkan server terasa terlambat, atau muncul indikator latency dan packet loss.

Kedua masalah juga dapat terjadi secara bersamaan.

Karena itu, pemain dapat memeriksa FPS dan frame time untuk sisi performa, kemudian melihat ping, jitter, packet loss, atau indikator jaringan yang disediakan game untuk sisi koneksi.

Untuk melihat hubungan antara perangkat, jaringan, server, akun, dan berbagai sistem tersebut secara lebih luas, Anda dapat membaca panduan mengenal permainan online sebagai dasar memahami teknologi yang bekerja di balik permainan.

Apakah FPS Semakin Tinggi Selalu Semakin Baik?

FPS yang lebih tinggi dapat menghasilkan frame time lebih rendah dan gerakan yang lebih halus, terutama ketika dipadukan dengan layar ber-refresh-rate tinggi.

Namun, manfaat praktisnya bergantung pada perangkat dan permainan.

Mengejar FPS setinggi mungkin dapat meningkatkan beban CPU dan GPU, konsumsi daya, serta temperatur. Jika monitor tidak mampu memanfaatkan seluruh frame yang dihasilkan, peningkatan tertentu juga mungkin tidak memberikan perubahan visual sebesar yang diharapkan.

Target yang lebih masuk akal adalah memperoleh frame rate yang stabil dan sesuai dengan kemampuan perangkat serta layar.

Dalam banyak situasi, konsistensi memberikan pengalaman yang lebih nyaman dibanding angka puncak yang tinggi tetapi sering turun.

Gunakan Pengukuran untuk Menemukan Penyebab

Daripada menebak penyebab performa rendah, pemain dapat menggunakan informasi yang tersedia.

Counter FPS menunjukkan jumlah frame yang sedang dihasilkan. Grafik frame time dapat membantu menemukan stuttering. Penggunaan CPU dan GPU memberikan gambaran mengenai komponen yang sedang menerima beban.

Temperatur juga dapat diperiksa ketika performa berubah setelah perangkat digunakan dalam waktu lama.

Untuk jaringan, perhatikan indikator ping dan packet loss apabila tersedia.

Dengan membandingkan data tersebut, pemain dapat lebih mudah menentukan apakah masalah FPS game online berasal dari rendering, keterbatasan perangkat, temperatur, atau justru koneksi internet.

Kesimpulan

FPS game online menggambarkan jumlah frame yang dihasilkan permainan setiap detik dan merupakan salah satu faktor penting dalam kelancaran visual serta respons yang dirasakan pemain.

Namun, angka FPS tidak sebaiknya dilihat sendirian. Frame time, kestabilan frame rate, kemampuan CPU dan GPU, refresh rate monitor, pengaturan grafis, resolusi, serta temperatur perangkat semuanya dapat memengaruhi pengalaman bermain.

FPS juga berbeda dari ping. Frame rate berkaitan dengan kemampuan perangkat menghasilkan gambar, sedangkan ping berkaitan dengan waktu komunikasi melalui jaringan. Karena itu, FPS tinggi tidak dapat memperbaiki koneksi yang buruk, dan internet cepat tidak otomatis mengatasi perangkat yang mengalami frame drop.

Dengan memahami hubungan antara FPS, frame time, refresh rate, dan performa perangkat, pemain dapat melakukan penyesuaian dengan lebih tepat tanpa sekadar mengejar angka tertinggi.

Untuk menemukan panduan dan pembahasan lainnya mengenai teknologi permainan online, silakan kembali ke Beranda S61 dan jelajahi informasi yang tersedia.